Biomutant, Game penuh potensi yang mengecewakan | detouch.org

Biomutant, Game penuh potensi yang mengecewakan

Di tahun 2017 studio indie Experiment 101 sempat mendapat perhatian besar di Gamescom setelah menampilkan game baru mereka yang begitu berani dan ambisius berjudul Biomutant, sebuah RPG dengan dunia terbuka yang membanggakan dan menawarkan nuansa pasca apokaliptik yang menarik serta menjanjikan petualangan yang benar – benar unik untuk dimainkan.

Premisnya memang menarik terlebih dengan fakta bahwa game tersebut dikembangkan oleh mantan pengembang Avalanche Studios dengan karyanya seperti Just Cause dan Mad Max maka tak heran jika semua mata pun tertuju pada game yang satu ini, namun sayangnya perkembangannya justru tak berjalan seperti yang diharapkan. Janji awal telah dibuat untuk rilis pada tahun 2018 namun pada kenyataannya mereka baru meluncurkannya pada 2019, tapi dengan banyaknya penundaan tersebut tidak membuat game Biomutant jadi game yang wajib dimainkan justru kritik pedas lah yang berdatangan.

Beberapa Masalah Dari Game Biomutant

1. Ide yang brilian dengan eksekusi yang setengah setengah

Salah satu yang paling disayangkan adalah banyaknya konten yang dipotong dengan ide – ide bagus yang dinilai gagal, mungkin memang sudah seharusnya ide – ide tersebut menjadi bagian penting namun tetap saja sebagai pembuat game harusnya bisa tahu kapan harus mundur atau meninggalkan beberapa ide yang dirasa tidak bisa diimplementasikan dengan benar atau bertentangan dengan bagian lainnya dalam permainan. Hal inilah yang terjadi pada game Biomutant dengan kasus klasik mereka di fitur Creep, seolah para pengembang di Experiment 101 terus mendatangkan konsep baru, mekanis baru, ide baru, dan terus menjejalkannya pada karya mereka tanpa memperhatikan apakah hal tersebut bagus atau tidak.

2. Terlalu Bergantung pada Narator

Selain itu, beberapa keputusan yang dibuat Biomutant juga terkesan membingungkan, misalnya seperti setiap makhluk yang kamu temui dalam permainan akan berbicara dalam suatu bahasa yang kemudian diterjemahkan oleh narrator, yang berarti bahwa setiap percakapan akan membutuhkan waktu 2 kali lebih lama dari seharusnya di mana karakter berbicara lalu berhenti dan dilanjut dengan terjemahan narrator dan begitu seterusnya. Dengan demikian, karakter yang ditampilkan juga jadi tidak kuat tanpa adanya kepribadian yang unik di sana, ini menjadi masalah mendasar yang seharusnya tidak terjadi dalam game.

Namun bagaimana pun juga game Biomutant tetap memiliki nilai lebih dengan dunia yang dinamis, bervariasi, dan imajinatif. Meski harus diakui juga bila dalam permainan terdapat banyak tumpukan masalah yang akan membuatmu frustasi dan mudah bosan, gagasan yang saling bertentangan, mekanisme yang kurang matang, serta tentu saja keputusan yang begitu membingungkan.

Jika kalian mencari tips dan trick tentang aplikasi handphone, contohnya seperti cara sss tiktok tersedia di blog metro andalas yang membahas tentang game, gadget, aplikasi handphone dan lainnya.

Category

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *